Pada hari Senin, 11 November 2013, aku mengikuti suatu interview calon pekerjaanku di Panin Life. Kantor yang bertempat di Jalan Prof. Herman Yohanes No. 168 ini membuka lowongan di posisi Financial Advisor. Sempat googling tentang job description pekerjaan ini sebelum mengirimkan lamaran, yang intinya tugas utamanya adalah mencari nasabah asuransi.
Awalnya memang ragu-ragu untuk mengirimkan, tapi aku pikir, apa salahnya dicoba, toh nanti juga ada penjelasan mengenai company profile perusahaan kalau dipanggil. Dan benar pada hari itu memang dijelaskan tentang company profile dan gambaran tentang pekerjaan yang akan dilakukan.
Financial Advisor, secara arti bisa diartikan Penasehat Keuangan. Di Panin Life, posisi ini bisa juga disebut Agen (Agent). Tugas utamanya memang mencari nasabah asuransi, yang mempercayakan jiwanya akan ditanggung oleh perusahaan asuransi Panin Life ini. Berdasarkan arti, sebagai Financial Advisor tentunya ada tugas dobel, mencari nasabah untuk perusahaan dan membantu calon nasabah mengatur keuangannya sebatas menekan pengeluaran dan menyisihkannya untuk membayar premi asuransi.
Menjadi seorang Agen atau FA di Panin Life, bukan merupakan karyawan. Agen atau FA bisa diangkat menjadi karyawan setelah melalui beberapa proses, setiap orang belum tentu sama waktunya walaupun sewaktu bergabung bersamaan. Proses itu meliputi prestasi, perolehan nasabah secara nominal dan lain-lain. Sedangkan apabila belum berstatus sebagai karyawan, maka si Agen atau FA ini tidak akan mendapatkan gaji pokok, jadi penghasilannya hanya berasal dari komisi (persen-an) dari premi yang dibayarkan oleh nasabah yang ia rekrut. Jadi selama Agen atau FA tidak mendapatkan nasabah, maka tidak mempunyai penghasilan.
Komisi (persen-an) yang diperoleh per nasabah bisa untuk memberikan penghasilan si Agen atau FA ini selama 5 tahun, dengan persenan berbeda yang tentunya lebih sedikit, mulai dari tahun ke-3. Oleh karena itu, Agen atau FA harus mendapatkan nasabah sebanyak mungkin apabila ingin mempunyai penghasilan yang banyak. Dari sisi perusahaan sendiri, apabila Agen atau FA mendapatkan nasabah dengan minimal nominal tertentu, maka akan diberikan reward berupa liburan ke luar negeri. Negaranya dimana, tergantung juga oleh perolehan nominal premi tertentu, karena semakin banyak nominal, negara tujuan juga akan lebih jauh dan lebih bagus.
Untuk target sendiri, perusahaan tetap menetapkan target, namun targetnya tidak seperti yang lainnya yang minimalnya adalah nominal. Di Panin Life, targetnya bukan dari nominal, tapi dari jumlah nasabah pertahun, targetnya adalah 4 nasabah per tahun, dan hanya dengan minimal pembayaran premi perbulan Rp. 200.000,-. Namun apabila Agen atau FA hanya memperoleh target minimal, tentu saja tidak akan mendapatkan reward apapun termasuk jalan-jalan ke luar negeri. Apabila mendapatkan target minimal, Agen atau FA tersebut hanya akan mendapatkan penghasilan Rp. 240.000,- per bulannya.
Panin Life juga tidak memberikan punishment kepada Agen atau FA dalam hal apapun, kecuali perbuatannya negatif atau kriminal, misal menggelapkan uang nasabah. Maksudku disini, tidak ada kontrak kerja yang mengikat, tidak ada penalty yang dibebankan apabila resign, tidak ada minimal waktu berapa lama bekerja. Jam kerja pun fleksibel, mengikuti nasabah saja. Tidak perlu ke kantor setiap hari, jadi bisa disambi pekerjaan lainnya.
Sebelum menjadi Financial Advisor yang resmi, peserta harus melewati beberapa tahapan, seperti training dan pelatihan lainnya juga ada tes sertifikasi yang resmi agar sebagai Agen atau FA diakui oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan satunya mana lupa, hehe. Tes sertifikasi ini biasanya dilaksanakan sekitar 2 minggu setelah si Agen atau FA menandatangani kontrak kerja. Ada passing grade yang harus dicapai oleh masing-masing peserta untuk memperoleh kelulusan, apabila peserta tes tidak lulus harus mengulang terus sampai lulus. Di Panin Life komisi tidak akan diberikan apabila Agen atau FA belum lulus sertifikasi, atau apabila sudah 6 bulan tidak lulus sertifikasi, maka akan diberhentikan menjadi Agen atau FA. Biaya setiap tes sertifikasi adalah sebesar Rp. 325.000,- dan dibebankan kepada Agen atau FA.
Itu tadi sekilas informasi tentang posisi Financial Advisor yang aku ketahui dari penjelasan saat presentasi company profile. Saat wawancara dan ditanya kesediaan mengikuti Training Power Start untuk Calon Financial Advisor yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2013, aku pun meng-iya-kan. Sewaktu itu, otakku masih agak ruwet, aku berpikir dengan sudut pandang lain yaitu, yang penting aku punya kesibukan. Karena jujur saja aku masih merasa tertekan dengan hanya dirumah terus-terusan. Fix, akhirnya aku mengambil pekerjaan ini.
14 November 2013 aku datang ke kantor untuk menandatangani kontrak lalu dilanjutkan acara Training Power Start yang dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB. Di luar dugaanku, banyak yang tadinya bersedia hadir tapi ternyata mereka tidak jadi mengambil pekerjaan ini, akhirnya mulai lah acara training itu hanya dengan 3 orang peserta, aku, Mbak Dwi dan Mas Rio. Sudah bisa ditebak, tentunya aku yang paling muda. Training berjalan hampir seharian dan diakhiri pukul 15.00 WIB dengan istirahat selama setengah jam. Di akhir training, ada juga semacam evaluasi kepada peserta training, nilaiku 90 looh, tertinggi. :p
Keesokan harinya, aku datang lagi ke kantor karena masih ada materi pelatihan yang belum sempat diberikan, Pak Guntur (Trainer) berjanji hanya akan memakan waktu 2 jam dalam penyampaian materi tersisa itu, janjian training lanjutan akan dimulai pukul 09.00 WIB. Sampai pukul 10.00 WIB, ternyata aku datang sendirian, dua orang yang lain tidak datang. Akhirnya penyampaian materi yang tadinya mau memakai ruang meeting, dialihkan ke ruangan Pak Guntur, karena hanya aku yang datang. Sebenarnya materi disampaikan hanya dalam waktu 1 jam, tapi berhubung Pak Guntur 'nyambi' ngapa-ngapain, semua selesai pukul 11.30 WIB.
Dari hari Jumat itu, lanjut Sabtu, lalu Minggu, aku berpikir lagi, sebenarnya aku tidak suka dan tidak cocok menjadi seorang Financial Advisor. Kembali berpikir niat awalnya, aku hanya ingin mempunyai kesibukan saja, tidak lebih. Setelah berpikir berhari-hari, aku merasa kurang sreg bekerja sebagai Agen atau FA, aku tidak punya kemampuan persuasif mengajak orang yang mungkin aku tidak kenal. Daripada aku terlibat terlalu jauh, akhirnya aku putuskan hari Senin aku harus resign, sebelum berkas kontrak kerjaku dikirim ke Jakarta, mungkin itu akan lebih rumit lagi prosesnya, karena rencananya hari Senin, 18 November 2013, berkas kontrak kerjaku akan dikirim ke Jakarta.
Senin, 18 November 2013 pagi-pagi sekitar pukul 07.00 WIB aku mengirim sms ke Pak Yudi (Leader-ku), bahwa intinya aku mengajukan pengunduran diri dan akan membuat surat tertulisnya segera, tapi sampai siang Pak Yudi tidak membalas sms-ku. Akhirnya siang hari, kira-kira setelah Dzuhur aku ke kantor berniat menemui Pak Yudi menyampaikan maksudku dan memberikan surat pengunduran diri yang telah ku buat. Tapi ternyata Pak Yudi sedang tidak ada ditempat, beliau sedang ada urusan keluar, akhirnya mbak-mbak Receptionist meneleponkan Pak Yudi, akhirnya aku hanya ngobrol lewat telepon dalam menyampaikan maksudku mengundurkan diri. Pak Yudi sudah oke dan aku lega sekarang, walaupun statusnya jadi Job seeker lagi, hanya sempat teken kontrak selama 4 hari. FYI, aku sms duluan pagi-pagi bukan bermaksud tidak mau atau tidak berani menyampaikan langsung, tapi aku mencegah saja berkasku ikut dikirim ke Jakarta sebelum sempat aku kesana.
Sekian, pengalaman kerjaku selama 4 hari. Gara-gara masalah pribadi, aku menerima pekerjaan tersebut, pekerjaan yang bukan aku banget. Tidak ada sama sekali maksud meremehkan atau mempermainkan perusahaan Panin Life. Perusahaannya bagus kok, tempat kerja dan lingkungan kerja juga sangat nyaman, friendly juga orang-orangnya, hanya aku kurang cocok sama jobdesc-nya. Dan buat aku pribadi asuransi itu penting banget, aku memang ingin bergabung dengan asuransi suatu hari nanti (kalau sudah bekerja dengan penghasilan cukup), tapi menjadi nasabah, bukan sebagai Agen atau FA. Semoga aku cepat dapat ganti pekerjaan yang baru yang lebih aku banget. :)
Untuk target sendiri, perusahaan tetap menetapkan target, namun targetnya tidak seperti yang lainnya yang minimalnya adalah nominal. Di Panin Life, targetnya bukan dari nominal, tapi dari jumlah nasabah pertahun, targetnya adalah 4 nasabah per tahun, dan hanya dengan minimal pembayaran premi perbulan Rp. 200.000,-. Namun apabila Agen atau FA hanya memperoleh target minimal, tentu saja tidak akan mendapatkan reward apapun termasuk jalan-jalan ke luar negeri. Apabila mendapatkan target minimal, Agen atau FA tersebut hanya akan mendapatkan penghasilan Rp. 240.000,- per bulannya.
Panin Life juga tidak memberikan punishment kepada Agen atau FA dalam hal apapun, kecuali perbuatannya negatif atau kriminal, misal menggelapkan uang nasabah. Maksudku disini, tidak ada kontrak kerja yang mengikat, tidak ada penalty yang dibebankan apabila resign, tidak ada minimal waktu berapa lama bekerja. Jam kerja pun fleksibel, mengikuti nasabah saja. Tidak perlu ke kantor setiap hari, jadi bisa disambi pekerjaan lainnya.
Sebelum menjadi Financial Advisor yang resmi, peserta harus melewati beberapa tahapan, seperti training dan pelatihan lainnya juga ada tes sertifikasi yang resmi agar sebagai Agen atau FA diakui oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan satunya mana lupa, hehe. Tes sertifikasi ini biasanya dilaksanakan sekitar 2 minggu setelah si Agen atau FA menandatangani kontrak kerja. Ada passing grade yang harus dicapai oleh masing-masing peserta untuk memperoleh kelulusan, apabila peserta tes tidak lulus harus mengulang terus sampai lulus. Di Panin Life komisi tidak akan diberikan apabila Agen atau FA belum lulus sertifikasi, atau apabila sudah 6 bulan tidak lulus sertifikasi, maka akan diberhentikan menjadi Agen atau FA. Biaya setiap tes sertifikasi adalah sebesar Rp. 325.000,- dan dibebankan kepada Agen atau FA.
Itu tadi sekilas informasi tentang posisi Financial Advisor yang aku ketahui dari penjelasan saat presentasi company profile. Saat wawancara dan ditanya kesediaan mengikuti Training Power Start untuk Calon Financial Advisor yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2013, aku pun meng-iya-kan. Sewaktu itu, otakku masih agak ruwet, aku berpikir dengan sudut pandang lain yaitu, yang penting aku punya kesibukan. Karena jujur saja aku masih merasa tertekan dengan hanya dirumah terus-terusan. Fix, akhirnya aku mengambil pekerjaan ini.
14 November 2013 aku datang ke kantor untuk menandatangani kontrak lalu dilanjutkan acara Training Power Start yang dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB. Di luar dugaanku, banyak yang tadinya bersedia hadir tapi ternyata mereka tidak jadi mengambil pekerjaan ini, akhirnya mulai lah acara training itu hanya dengan 3 orang peserta, aku, Mbak Dwi dan Mas Rio. Sudah bisa ditebak, tentunya aku yang paling muda. Training berjalan hampir seharian dan diakhiri pukul 15.00 WIB dengan istirahat selama setengah jam. Di akhir training, ada juga semacam evaluasi kepada peserta training, nilaiku 90 looh, tertinggi. :p
Keesokan harinya, aku datang lagi ke kantor karena masih ada materi pelatihan yang belum sempat diberikan, Pak Guntur (Trainer) berjanji hanya akan memakan waktu 2 jam dalam penyampaian materi tersisa itu, janjian training lanjutan akan dimulai pukul 09.00 WIB. Sampai pukul 10.00 WIB, ternyata aku datang sendirian, dua orang yang lain tidak datang. Akhirnya penyampaian materi yang tadinya mau memakai ruang meeting, dialihkan ke ruangan Pak Guntur, karena hanya aku yang datang. Sebenarnya materi disampaikan hanya dalam waktu 1 jam, tapi berhubung Pak Guntur 'nyambi' ngapa-ngapain, semua selesai pukul 11.30 WIB.
Dari hari Jumat itu, lanjut Sabtu, lalu Minggu, aku berpikir lagi, sebenarnya aku tidak suka dan tidak cocok menjadi seorang Financial Advisor. Kembali berpikir niat awalnya, aku hanya ingin mempunyai kesibukan saja, tidak lebih. Setelah berpikir berhari-hari, aku merasa kurang sreg bekerja sebagai Agen atau FA, aku tidak punya kemampuan persuasif mengajak orang yang mungkin aku tidak kenal. Daripada aku terlibat terlalu jauh, akhirnya aku putuskan hari Senin aku harus resign, sebelum berkas kontrak kerjaku dikirim ke Jakarta, mungkin itu akan lebih rumit lagi prosesnya, karena rencananya hari Senin, 18 November 2013, berkas kontrak kerjaku akan dikirim ke Jakarta.
Senin, 18 November 2013 pagi-pagi sekitar pukul 07.00 WIB aku mengirim sms ke Pak Yudi (Leader-ku), bahwa intinya aku mengajukan pengunduran diri dan akan membuat surat tertulisnya segera, tapi sampai siang Pak Yudi tidak membalas sms-ku. Akhirnya siang hari, kira-kira setelah Dzuhur aku ke kantor berniat menemui Pak Yudi menyampaikan maksudku dan memberikan surat pengunduran diri yang telah ku buat. Tapi ternyata Pak Yudi sedang tidak ada ditempat, beliau sedang ada urusan keluar, akhirnya mbak-mbak Receptionist meneleponkan Pak Yudi, akhirnya aku hanya ngobrol lewat telepon dalam menyampaikan maksudku mengundurkan diri. Pak Yudi sudah oke dan aku lega sekarang, walaupun statusnya jadi Job seeker lagi, hanya sempat teken kontrak selama 4 hari. FYI, aku sms duluan pagi-pagi bukan bermaksud tidak mau atau tidak berani menyampaikan langsung, tapi aku mencegah saja berkasku ikut dikirim ke Jakarta sebelum sempat aku kesana.
Sekian, pengalaman kerjaku selama 4 hari. Gara-gara masalah pribadi, aku menerima pekerjaan tersebut, pekerjaan yang bukan aku banget. Tidak ada sama sekali maksud meremehkan atau mempermainkan perusahaan Panin Life. Perusahaannya bagus kok, tempat kerja dan lingkungan kerja juga sangat nyaman, friendly juga orang-orangnya, hanya aku kurang cocok sama jobdesc-nya. Dan buat aku pribadi asuransi itu penting banget, aku memang ingin bergabung dengan asuransi suatu hari nanti (kalau sudah bekerja dengan penghasilan cukup), tapi menjadi nasabah, bukan sebagai Agen atau FA. Semoga aku cepat dapat ganti pekerjaan yang baru yang lebih aku banget. :)
8 comments on "Calon Financial Advisor"
eheheheee... knapa gak dcoba aja...wekekekk..nanti kan aq bisa temenin kmu mmperbanyak dftar nama dalam buku trus kita presentasi lalu org itu dan kita ajak berkunjung k kantor...ahahaha....#gimana?wkwwkkk
hahaa dasar mantan marketing tianshi..
ogaah ah mak e.. liat kamu aja stres gitu, tar bisa-bisa beruban kayak kamu, dikejar-kejar atasan buat cari nasabah.. :p
Wiii mn ad aq beruban, wkekekek, gondok ia, hahaha.. Sp tw km dpt jodh nasabah tung, wkwkwk, smbil mnyelm mnum air gt
yang ada sambil menyelam keblebek mak, gak bisa renang, hahahaha..
kalo kamu mau, lamar aja kesana, butuh banyak kayaknya, katanya kamu butuh kerja juga kan? hihihi..
Yg penting suka. Klo udh gitu, apapun kerjaannya bakalan betah deh... :D
sayangnya aku gak suka sama kerjaan itu.. :D
ogaaaahhh... aku gak suka dsuruh2 krja pake target gitu...stress aq nanti,,,ckakakakk... aq mw jadi desaigner aja ma buat iklan2,,,ahahhaaa,,,, trus drimu dh lamar kmane lagi tutung,,,
aah dulu juga kerjaanmu gitu, hahahaha.. itu di panin life juga dikasih target per tahun, tapi tar sama tim bisa dikasih target per bulan, bisa stres gue! hahahaha..
hee mak, postinganmu yg terakhir kamu hapus kah? aku klik linknya gak bisa.. -_-
Post a Comment