Friday, December 6, 2013

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi

Posted by dewiacih at 12:15 AM

Ini late post bangeeeetttt...


Posting-an ini sempat diminta sama sohib aku, namanya VIRA, maaf yaa cwiins, baru sempat bikin posting-annya, hehe.

Jadi, hari Senin, tanggal 25 November 2013 jam 19.30 WIB (tentunya molor), aku menghadiri undangan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan oleh Mitra Keluarga Sakinah Kelurahan Purbayan yang bekerja sama dengan LPMK Kelurahan Purbayan. Aslinya aku ngantuk pas acara ini, karena malam sebelumnya aku kurang tidur, untungnya panitia berbaik hati memberikan fotokopi materinya.

Suasana Penyuluhan Kesehatan Reproduksi di Kelurahan Purbayan

Aku suka ikut penyuluhan macam ini di kelurahan, soalnya dapat konsumsi dan uang transport Rp. 10.000,- (jujur banget). Ini penyuluhan kali kedua yang aku ikutin dari programnya kelurahan untuk anak muda, yang sebelumnya materinya tentang Napza. Secara pribadi, aku lebih seneng yang tentang Napza, entah kenapa aku merasa antusiasku berbeda. Oke sudah terlalu panjang aku OOT, langsung saja aku bahas materi penyuluhannya.


Pergaulan Anak Muda atau Remaja
Awal yang dibahas dari penyuluhan ini adalah pergaulan anak muda atau remaja zaman sekarang yang sudah terlalu bebas dan kelewat batas, apalagi yang berhubungan dengan lawan jenis, seperti gaya berpacaran, seks bebas atau apapun itu. Gaya hidup remaja masih labil, masih gampang terpengaruh oleh lingkungan, khususnya lingkungan yang negatif akan lebih menggoda bagi usia remaja, misalnya diskotik.

Virus merah jambu adalah salah satu pengaruh negatif untuk anak muda, gaya berpacaran yang negatif akan menimbulkan akibat yang negatif pula. Biasanya pacar (kebanyakan cowok) yang kurang baik akan mengatasnamakan cinta untuk menghalalkan apapun yang dia inginkan, salah satunya adalah berhubungan badan sebelum sah secara pernikahan. Dan si cewek yang sudah merasa cinta lalu merasa tidak ingin kehilangan si cowok pun akan dengan sukarela mau melakukan hal tersebut. Selanjutnya akan terjadi kehamilan yang tidak pernah diinginkan dan berakhir dengan aborsi.

Sebelum membahas aborsi lebih lengkap, ada satu ilmu baru yang aku dapatkan sewaktu penyuluhan ini. Perlakuan seseorang terhadap pasangannya dalam hal apapun yang bersifat menyakiti batin itu termasuk dalam kekerasan psikologis, termasuk dalam berpacaran. Sayangnya tidak ada hukum yang mengatur mengenai kekerasan saat berpacaran, kalau sudah menikah memang ada karena termasuk dalam kategori KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Kekerasan psikologis itu tidak melulu yang sampai membuat stres atau depresi, tapi juga hal-hal ringan yang menyakiti hati pun termasuk di dalamnya. Mayoritas kekerasan psikologis ini dialami oleh perempuan. Luka dari luar bisa diselesaikan dengan visum, sedangkan luka batin tidak bisa dibuktikan dengan apapun. Bisa dilaporkan secara hukum? Tentu bisa, tapi bagaimana menunjukkan buktinya?

Kembali lagi tentang aborsi, karena terjadi kehamilan yang tidak pernah diinginkan maka perempuan akan melakukan aborsi secara ilegal. Aborsi sama saja dengan melakukan pembunuhan, tapi itulah satu-satunya cara untuk menyembunyikan aib yang telah dilakukan. Dampaknya? Selain berdosa, biasanya perempuan akan mengalami depresi dan penyesalan (tapi kok temenku enggak nyesel yaa? -_-). Ada juga perempuan yang vagina-nya rusak atau bahkan divonis tidak bisa hamil lagi. Miris memang, tapi penyesalan memang selalu datang belakangan...

Dalam fotokopian materi yang diberikan terdapat beberapa gambar alat kelamin perempuan dan laki-laki, berhubung sewaktu SMP pernah dipelajari, jadi aku tidak perlu mencantumkan gambarnya. Geli juga sih mau fotoin gambar begituan. Kalau pas SMP dengerin gurunya, pasti udah paham dong yaa.. :D

Hubungan Seksual
Pada dasarnya tujuan berhubungan seksual setelah sah secara pernikahan itu terbagi menjadi dua, diantaranya:
  1. PROKREASI, adalah berhubungan seksual yang bertujuan untuk mendapatkan keturunan (kehamilan yang direncanakan).
  2. REKREASI, adalah berhubungan seksual yang bertujuan untuk mencari kesenangan, terutama setelah berkembangnya program KB (Keluarga Berencana). Ini juga bisa terjadi pada kasus seks bebas.

Mengapa seksologi harus dipelajari?
  • Akibat ketidakmengertian masyarakat.
  • Sering terjadi mitos-mitos yang merugikan atau pengertian yang berbau pornografi.
  • Akibat ketidakmengertian suami, sering terjadi kesalahpahaman yang mengganggu keutuhan rumah tangga.

Bagaimana perilaku seksual sehat?
  • Dilakukan dalam hukum perkawinan
  • Hanya dengan pasangan tetap
  • Tidak ada pemaksaan
  • Saling menghargai
  • Tidak menimbulkan akibat buruk
  • Mengandung dimensi Prokreasi dan Rekreasi

Bagaimana perilaku seksual yang tidak sehat?
  • Tidak menghargai hukum perkawinan
  • Sering berganti pasangan
  • Tujuan utama: Rekreasi
  • Ada unsur pemaksaan
  • Sering berakibat buruk

Realita di Masyarakat
  • Lebih dari 100 x 106 senggama per hari
  • 1 juta kelahiran baru per hari, 50% diantaranya tidak direncanakan dan 25% tidak diharapkan
  • 150.000 abortus provokatus per hari di seluruh dunia, 50.000 diantaranya abortus ilegal
  • Lebih dari 500 perempuan meninggal akibat komplikasi abortus per harinya

Kapan Masa Subur Terjadi?
Masa subur adalah masa dimana terjadinya pelepasan sel telur atau titik puncak kesuburan. Masa subur terjadi pada hari ke-14 sebelum masa menstruasi berikutnya. Pencegahan kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual pada masa subur (sistem kalender), tidak dapat diandalkan. Sedangkan siklus menstruasi pada remaja perempuan biasanya tidak teratur.

Apa itu Mimpi Basah?
  • Remaja laki-laki memproduksi sperma setiap harinya.
  • Sperma tidak harus selalu dikeluarkan, ia akan diserap oleh tubuh.
  • Sperma bisa keluar secara alami melalui mimpi basah.

Mengatasi Gangguan Haid
  • Mengatasi sindrom pra haid
  • Mengurangi jumlah perdarahan
  • Menekan nyeri haid

Bagaimana Proses Terjadinya Menstruasi?
  • Menstruasi terjadi karena sel telur yang diproduksi ovarium tidak dibuahi oleh sel sperma.
  • Sel telur menempel pada rahim dan membentuk lapisan yang banyak mengandung pembuluh darah, kemudian menipis dan luruh keluar darah melalui vagina.
  • Menstruasi terjadi antara 3-7 hari. Kurang atau lebih dari itu sebaiknya konsultasi ke dokter.
  • Jarak antar haid 21-35 hari. Kurang atau lebih dari itu sebaiknya konsultasi ke dokter.

Usia Ideal untuk Hamil dan Melahirkan
Kesiapan seseorang perempuan untuk hamil dan melahirkan meliputi tiga hal, yaitu:
  • kesiapan fisik
  • kesiapan mental / emosi / psikologis
  • kesiapan sosial / ekonomi
Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap sekitar usia 20 tahun.

Tentang hubungan seksual diatas, aku sudah ngantuk waktu pembahasan itu, jadi yang aku tulis itu murni dari handout yang diberikan oleh panitia penyelenggara. Paling tidak dari setiap point-nya sudah cukup menjelaskan maksudnya. Semoga bisa dipahami yaa. Sekian sharing ilmu tentang penyuluhan kesehatan reproduksi yang aku hadiri di kelurahan, semoga bermanfaat.

Satu lagi deh opini dari aku, jadi perempuan itu jangan mau diperdaya laki-laki. Kalau kalian (para perempuan) merasa curiga akan suatu hal tentang pasanganmu, maka cari tau lah, jangan hanya mengandalkan rasa percaya. Oke girls?

2 comments on "Penyuluhan Kesehatan Reproduksi"

Kartika Kaneshiro on December 7, 2013 at 10:39 PM said...

Aaaa.. Totong.. Kmu kok gak ajak2 aq sih..ahahha.. Aq kan semngat 45 dengerin yg bgituan.. Apalgi klo dokter boyke pmbicaranya.... "Aku pastii datang!!" Wkwkwk.......kapan ya dokter boyke bikin acara djgja gt..ehhehe

dewiacih on December 8, 2013 at 2:25 PM said...

hahahahaa aku malah males kali mak, seneng aja dapet duit 10rb.. :p besok kapan-kapan kalo dr. boyke ngadain seminar di jogja ikutan aja mak e, sapa tau ada prakteknya juga, wkwkwkwkkwkwkwkwk

Post a Comment

 

Purplepink Stories Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal