Cerita pada
posting-an ini melanjutkan cerita yang telah aku tulis di
posting-an sebelumnya yang berjudul
3 Tahun yang Sia-sia, tentang cowok yang berinisial
Y.
Tanggal 6 November 2013, aku ada jadwal tes CPNS BPKP yang bertempet di BKN Kantor Regional I Yogyakarta, Jalan Magelang Km. 7,5. Aku mendapatkan jatah tes di sesi yang ke-3 yaitu pada pukul 11.20- 13.00 WIB, namun satu jam sebelumnya sudah diwajibkan sampai pada tempatnya, walaupun pelaksanaan tes seperti jam di Indonesia pada umumnya (alias molor dari waktu yang ditetapkan). Subhanallah, aku mendapatkan skor cukup memuaskan (diatas passing grade) di kala aku sedang drop batin.
Sedangkan sahabatku
VIRA, dia juga tes yang sama denganku namun kami berbeda sesi, Vira mendapatkan jatah di sesi ke-4 pada pukul 13.30-15.10 WIB (molor juga). Berhubung aku pengen cerita banyak ke Vira, aku pun menunggunya sampai selesai tes sambil jalan-jalan keliling BKN. Sehabis sholat ashar berjamaah, peserta tes sesi ke-4 sudah mulai keluar satu per satu.
Aku bercerita banyak ke Vira tentang yang aku alamin pada hari sebelumnya (Tanggal 5 November 2013), yang sebenarnya juga sudah aku sampaikan lewat telepon. Pembicaraan yang cukup panjang sampai sekitar pukul 17.00 WIB, HP-ku yang bernomor IM3 berdering, ternyata telepon dari sahabat aku
VIA, yang jauh di Jakarta. Hari sebelumnya memang aku sempat meneleponnya tapi gak berhasil ngobrol, saat dia telepon balik juga saat aku tidak bisa angkat.
Via menanyakan apa yang aku alami pada hari sebelumnya (Tanggal 5 November 2013), aku menceritakan sebagian dan memperjelas apa yang sudah sempat aku sampaikan lewat Whatsapp. Sama seperti yang aku ceritakan ke Eka maupun ke Vira. Obrolan berlangsung lewat telepon sekitar setengah jam, di akhir pembicaraan, Via bilang, "Demb coba deh kapan-kapan kamu tu di Ruqyah, soalnya feeling-ku dari dulu aku ngrasa kamu dipasangin sesuatu sama Y." FYI, sohib aku satu ini juga mempunyai indera ke-6 bawaan lahir.
Bacaan lebih lengkap -->>