Friday, November 8, 2013

Guna-guna

Posted by dewiacih at 1:56 PM

Cerita pada posting-an ini melanjutkan cerita yang telah aku tulis di posting-an sebelumnya yang berjudul 3 Tahun yang Sia-sia, tentang cowok yang berinisial Y.


Tanggal 6 November 2013, aku ada jadwal tes CPNS BPKP yang bertempet di BKN Kantor Regional I Yogyakarta, Jalan Magelang Km. 7,5. Aku mendapatkan jatah tes di sesi yang ke-3 yaitu pada pukul 11.20- 13.00 WIB, namun satu jam sebelumnya sudah diwajibkan sampai pada tempatnya, walaupun pelaksanaan tes seperti jam di Indonesia pada umumnya (alias molor dari waktu yang ditetapkan). Subhanallah, aku mendapatkan skor cukup memuaskan (diatas passing grade) di kala aku sedang drop batin.

Sedangkan sahabatku VIRA, dia juga tes yang sama denganku namun kami berbeda sesi, Vira mendapatkan jatah di sesi ke-4 pada pukul  13.30-15.10 WIB (molor juga). Berhubung aku pengen cerita banyak ke Vira, aku pun menunggunya sampai selesai tes sambil jalan-jalan keliling BKN. Sehabis sholat ashar berjamaah, peserta tes sesi ke-4 sudah mulai keluar satu per satu.

Aku bercerita banyak ke Vira tentang yang aku alamin pada hari sebelumnya (Tanggal 5 November 2013), yang sebenarnya juga sudah aku sampaikan lewat telepon. Pembicaraan yang cukup panjang sampai sekitar pukul 17.00 WIB, HP-ku yang bernomor IM3 berdering, ternyata telepon dari sahabat aku VIA, yang jauh di Jakarta. Hari sebelumnya memang aku sempat meneleponnya tapi gak berhasil ngobrol, saat dia telepon balik juga saat aku tidak bisa angkat.

Via menanyakan apa yang aku alami pada hari sebelumnya (Tanggal 5 November 2013), aku menceritakan sebagian dan memperjelas apa yang sudah sempat aku sampaikan lewat Whatsapp. Sama seperti yang aku ceritakan ke Eka maupun ke Vira. Obrolan berlangsung lewat telepon sekitar setengah jam, di akhir pembicaraan, Via bilang, "Demb coba deh kapan-kapan kamu tu di Ruqyah, soalnya feeling-ku dari dulu aku ngrasa kamu dipasangin sesuatu sama Y." FYI, sohib aku satu ini juga mempunyai indera ke-6 bawaan lahir.


Seketika hatiku langsung jleg! Aku inget sekitar 2 tahun yang lalu, sekitar tahun 2011, Via memang pernah bilang ada sesuatu yang aneh dari si cowok yang berinisial Y itu, entah apa sohib aku itu gak tau tepatnya apa yang dipakai sama cowok itu. Refleknya ke aku sih bilang cowok itu pakai susuk. Begonya aku, entah kenapa aku malah nanyain langsung sama si cowok itu, apakah dia memakai susuk beneran apa gak? Jelaslah gak ngaku.

Dan omongan Via yang kedua yang dia bilang ke aku lewat telepon itu bener-bener gak aku remehin. Aku bener-bener cari tau apa yang dilakukan si cowok itu yang berkaitan dengan hal di luar nalar. Aku langsung kepikiran Pak Slamet, orang 'pintar' yang membantu ibuku saat ketempelan hantu anak kecil laki-laki, yang Alhamdulillah manjur. Saat itu niatku sudah bulat, besok harus konsultasi sama Pak Slamet.

Aku calling sohib-sohib aku buat nganterin aku ke Pak Slamet, soalnya sebenarnya aku gak gitu berani dengan hal-hal di luar nalar gitu, tapi pada lagi ada kesibukan masing-masing. Yaasudah nekat laah aku berangkat sendirian kerumah Pak Slamet. Di pikiranku saat itu, kalau benar aku dipasangin sesuatu, aku gak mau itu nempel di aku lebih lama kalau cuman buat nungguin teman nganterin aku.

Singkatnya, tanggal 7 November 2013, sekitar pukul 08.45 WIB aku sudah sampai dirumah Pak Slamet, antri memang belum terlalu banyak kalau pagi, aku hanya menunggu 2 orang (waktu konsultasi per orang kurang lebih 30 menit), dan sekitar pukul 10.00 WIB aku mulai konsultasi.

Aku berjabat tangan dan Pak Slamet mulai menanyakan masalahku, lalu ku jelaskan, "Saya punya pacar sampai sekitar 3 tahunan. Tiba-tiba belum lama ini saya ditinggalin buat tunangan sama orang lain, terus kata teman saya yang punya indera ke-6, saya dipasangin sesuatu, makanya saya nanya ke bapak, sebenernya itu gimana? Pacar saya itu juga punya kemampuan indera ke-6.". Lalu Pak Slamet meminta menuliskan nama lengkap dan alamatku dan cowok itu. Setelah itu, diterawanglah oleh Pak Slamet.

Pak Slamet mengatakan sesuatu setelah selesai menerawang, "Pacarnya adik ini memang mempunyai indera ke-6, tapi lalu dia mendalami ilmunya lagi dengan mempelajari beberapa mantra, salah satunya mantra guna-guna untuk memikat adik. Supaya adik senang kalau sedang sama dia, supaya adik sayang terus sama dia, selalu kangen terus sama dia, intinya biar adik selalu nyaman dan gak lepas dari dia.". Batinku langsung jleg! Sumpah tega dan busuk banget ternyata cowok itu. Harusnya aku dengerin omongan Via dari dulu.

"Mantra itu sama dengan doa, mantra tidak semuanya jelek, hanya istilah saja. Mantra itu istilah doa tapi dalam bahasa Jawa. Kalau doa itu istilah mantra tapi menurut Islam. Mantra atau doa itu bermacam-macam, ada yang baik dan yang mengarah ke jelek. Kalau jelek yaa misalnya santet, guna-guna, pelet, dsb. Kalau yang dipakai pacar adik ini termasuk guna-guna, karena sifatnya sebagai pemikat, supaya adik sayang terus, supaya adik kangen terus, sering gak adik kangen sama pacarnya?", Pak Slamet menambahkan. Pak Slamet juga menjelaskan perbedaan santet, guna-guna, pelet, dll yang sebenernya aku gak ngeh karena pikiranku udah capek buat mikirin hal jahat yang cowok itu lakuin ke aku.

Lalu kami mengobrol beberapa hal dan Pak Slamet memberikan doa penangkal santet, guna-guna, dsb. Supaya bisa menangkal kalau suatu hari nanti aku dikirimi mantra lagi, lalu Pak Slamet men-dikte doanya dan aku menulisnya di selembar kertas. Doa tersebut untuk dibaca rutin. Nah untuk menghilangkan guna-guna yang masih nempel di aku, Pak Slamet memberikan segelas air putih yang telah beliau tiupkan doa, lalu aku minum.

Berhubung aku penasaran, aku nanya beberapa hal, berikut obrolanku dan Pak Slamet: "Pak, sejak kapan saya dimantrain sama pacar saya? Sudah dari dulu atau baru-baru ini saja?", "Sudah dari dulu, dari awal pacaran, adik sering ngrasa kangen gak sama pacarnya?", "Iya sih pak, trus kalau tunangannya itu dimantrain juga gak sama pacar saya?", "Yaa jelas, mbak e beli baju buat apa kalau gak dipakai? Sama kayak pacarnya, buat apa mendalami ilmu itu kalau gak dipakai.".

"Yaa saya hanya bisa memberi doa ini, Insha Allah, guna-gunanya hilang, nanti adik akan kembali normal lagi, rasa sayangnya perlahan-lahan hilang. Besok lagi kalau cari pacar yang biasa-biasa saja, jangan yang punya kelebihan seperti itu, takutnya disalah gunakan lagi.", tambah Pak Slamet.

Haahh?? Aku di GUNA-GUNA?? Aku tau istilah guna-guna itu dari televisi, dari sinetron, dan aku ngalamin sekarang!!! Sumpah aku gak nyangka cowok itu BUSUK BANGET!!!

Girls, waspada deh yaa kalau kalian sampai ketakutan ditinggalin sama pacarnya!!! Siapa tau kalian ngalamin apa yang aku alamin ini...

Intinya disini adalah si cowok yang berinisial Y ini jangan sampai mendapat korban baru lagi, aku berharap aku adalah korban terakhirnya. Semua yang dikatakan oleh cowok berinisial Y ini semuanya DUSTA!!! BOHONG!!! JANGAN TERMAKAN OMONGAN DAN RAYUAN COWOK BERINISIAL Y INI!!!

Kalau si cowok baca tulisanku ini, aku cuman mau bilang, sekarang yang aku rasain ke kamu itu kasihan. Kamu diberikan kelebihan daripada manusia lainnya, yang harusnya bisa kamu gunakan dengan bijak dan bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain. Bukan dengan menuruti keinginan setan seperti yang kamu lakuin sekarang. Aku tu prihatin sama kamu, hidup cuman sekali dan cuman sebentar, mbok yaa digunakan dengan nglakuin hal yang bermanfaat, cari pahala yang banyak buat bekal di akhirat, bukan dengan menyalahgunakan kemampuan lebih yang kamu punya. Tobat laah kamu, insyaf, kasihan orang tua kamu besok di akhirat bakal dihakimi karena gak bisa mendidik titipan-Nya (anak) dengan baik.

NB: Buat pembaca yang pengen tau lebih lanjut tentang ini atau mau tau doa penangkal yang aku ceritakan diatas, bisa kirim email ke sini. Makasih... :)

0 comments on "Guna-guna"

Post a Comment

 

Purplepink Stories Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal