Wednesday, October 30, 2013

The Power of Red Onion and Garlic

Posted by dewiacih at 3:05 PM

Ihhiiyy judulnya pake bahasa Inggris.. Maaf deh yaa kalo ada kesalahan grammar, aku gak biasa pake bahasa Inggris. Ini juga biar kelihatan agak kerenan dikit gitu...


Bawang merah dan bawang putih

The power of red onion and garlic...
Tau kan yaa yang namanya bawang merah dan bawang putih, kebangetan banget sih kalau orang Indonesia gak tau apa itu bumbu dapur yang sering dibuatkan film dan sinetron. Dua macam bumbu masak yang udah tenar karena film dan sinetron ini benar-benar mempesona buatku.

Selama aku "between job", bahasa halusnya pengangguran atau nganggur, aku banyak melakoni hobi baru dan hobi lama yang bersemi kembali, contohnya: membaca, menulis dan memasak. Hobi lamaku yang bersemi kembali adalah membaca dan menulis, yaak dulu sewaktu aku usia SD dan SMP aku suka banget sama sastra, walaupun sastra yang aku nikmatin hanya sebatas yang ada di perpustakaan sekolah, (soalnya kalau mau beli bukunya pasti dibiang boros sama orang tua atau harus pake uang saku trus gak boleh minta uang lagi) tapi so far udah cukup komplit sih koleksi di perpustakaan sekolahku.

Memasak, yaa ini adalah hobi baruku, walaupun masih tahap belajar dan membuat masakan dengan resep ala diri sendiri (yang entah bagaimana kandungan gizinya menurut ahli gizi). Atau biasa mencari resep-resep masakan dari internet yang aku modifikasi sendiri ala diri sendiri gitu. Halaah... Yang jelas aku lagi suka masak, walaupun di dunia modern ini kebanyakan kokinya udah laki-laki, tapi di kehidupan nyata, wanita tetap harus bisa masak. Pandangan pribadiku sih itu merupakan kewajiban, apalagi nantinya bakal menikah dan gak lucu kan kalo suami yang masakin istrinya (walaupun sesekali boleh laah).

Naah bawang merah dan bawang putih ini yang jadi dewa penolongku selama belajar memasak ini. Kasarnya nih yaa, sebego-begonya orang yang gak bisa masak atau yang belum pernah kenal dapur, asal ada bawang merah dan bawang putih, bahan masakan apapun bisa jadi masakan yang lezat. Bawang merah dan bawang putih ini bisa dipadukan dengan bumbu lainnya sesuai selera, kalaupun tidak ada bumbu lainnya dua bawang ini sudah cukup melezatkan masakan.

Penggunaan bawang merah dan bawang putih yang biasa ku pakai adalah dengan perbandingan 3 : 1. Jadi banyaknya bawang merah yang digunakan itu tiga kali lebih banyak dari bawang putih. Kalau spesifiknya berapa itu tergantung banyaknya bahan makanan yang akan diolah. Semakin banyak bawang merah yang digunakan, biasanya semakin kuat rasa masakan (tapi tetap harus diingat, banyak bukan berarti berlebihan, agar masakan tidak eneg).

So far sih masakan yang aku coba masak masih seputar makanan yang aku doyan aja, tapi diolah dengan berbagai macam resep, misal digoreng, ditumis, dibuat berkuah, dicampurkan ke nasi goreng atau lainnya. Next time, pengen juga nyobain dengan bahan makanan yang aku gak doyan, tapi butuh orang yang nemenin sekalian ngincip hasilnya seperti apa. Berhubung banyak makanan yang aku gak doyan, jadinya pengen masak yang begitu belum berani, takutnya gak enak dan aku gak doyan, trus endingnya cuman dibuang, kan sayang.

Jadi buat yang pengen bisa masak dan gak mau ribet (terutama buat perempuan), cobain aja resep dari aku. Pakai bumbu bawang merah dan bawang putih dengan perbandingan 3 : 1, dengan tambahan garam secukupnya. Mulai dengan bahan makanan yang mudah diolah, misalnya bahan makanan olahan dari kedelai (tempe atau tahu), masak dengan porsi yang sedikit dulu (porsi untuk 1 atau 2 orang). Jangan lupa diincipin yaa, biar gak kaget waktu disajikan, hehe.

Namanya juga belajar, aku pun masih baru banget dalam memasak, bisa dibilang dari dulu gak pernah pegang pisau karena anti banget sama yang namanya memasak. Sampai sekarang pun aku masih gak bisa ngupas tanpa pisau kupas. Tapi setelah ingat nantinya bakal berkeluarga, masa' iya suaminya gak dikasih makan, beli diluar sih oke aja asal gak keseringan. Kodratnya perempuan sebagai istri itu yaa melayani suami, termasuk dalam hal makanan, masalah mau berkarir itu tambahan, karena nafkah itu kewajiban suami. Setelah beberapa kali memasak, ternyata gak membosankan, malah selalu ingin bereksperimen dengan perbaikan lagi dan lagi ketika masakannya kurang memuaskan atau selalu ingin mencoba resep baru.

So, Happy Cooking, Girls... :))


0 comments on "The Power of Red Onion and Garlic"

Post a Comment

 

Purplepink Stories Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal