Saturday, January 16, 2016

Tidak Ada Lagi (Bros) Bunga

Posted by dewiacih at 10:17 PM

Tidak ada lagi bunga

Tidak ada lagi bros
Tidak ada lagi bros bunga..

Tidak ada lagi identitas
Tidak ada lagi penanda
Tidak ada lagi bunga penghias kerudungku..

Aku dan bunga penghias kerudungku.
Jikalau berteman denganku sedari kuliah sampai aku bekerja di Kantor Pusat BPKP di Jakarta, pastilah tau bahwa aku adalah wanita yang kerap kali menggunakan (bros) bunga untuk menghiasi kerudungku. Terutama semua angkatanku di Jakarta lalu, bahkan mereka mengenaliku lewat bunga warna-warni yang aku pakai setiap harinya.

Ketika kuliah, aku ingin membuat bros bunga itu sendiri, jadi aku (di)beli(kan) bunga yang sudah aku pilih di toko jahit Satria di area Pasar Beringharjo, dan peniti. Lalu aku mengelem sendiri semua bunga-bunga itu dengan peniti yang aku beli supaya menjadi bros. Aku lakukan itu ketika di pasaran belum ada satupun yang menjual bros bunga, sedangkan aku sudah punya ide menghiasi kerudungku dengan itu.

Bisa dibilang, aku adalah salah satu trendsetter laah yaa. Di kala itu, sedang booming bros dua peniti batu mengkilap yang berkait satu dengan lainnya. Sempat beli, sempat punya, tapi aku gak begitu sreg. Lalu akupun mempunyai ide tersebut. Sebelum akhirnya booming bros bunga setelah aku sudah mempunyai hampir semua warna bunga itu, harganya pun sudah berkali-kali lipat naiknya, karena ketika aku beli, harganya hanya sekitar Rp. 1.500,- hingga Rp. 3.000,- an. Sekarang? Mungkin sudah belasan ribu atau puluhan ribu untuk satu bros bunga.

Aku memang berniat membeli sendiri bunga-bunga itu, karena aku mau, karena aku ingin. Namun mantanku ketika itu membayarnya ketika sampai di kasir. Dan itu artinya? Bunga itu bukan milikku, melainkan pemberian.

Masalahnya disini adalah, klenik yang ada di diri mantanku. Di salah satu warna bunga itu, tepatnya warna biru tua, sang mantan meng-"isi"-nya dengan sesuatu yang entah apa itu. Setauku memang dia memberiku sesuatu untuk men"jaga"ku, tapi aku tak pernah tau maksud lainnya. Dan begonya, bunga itu aku bawa sampai Pangkalpinang. Yaa bagaimanapun, aku mau bunga itu, sayangnya ada yang membelikan jadi statusnya menjadi pemberian.

Akhirnya ada salah satu teman disini yang mengetahuinya, disarankanlah aku untuk membuangnya ke sungai. Dan bunga warna lainnya, dikubur dalam tanah. Untuk menghilangkan jejak "cctv" mantanku yang masih ketinggalan di aku.

Dan lalu, semua barang-barang pemberian lainnya, aku kembalikan lagi. Walaupun mungkin memang tak ada "isi"-nya, tapi aku takut ada "isi"-nya. Dan lagi-lagi aku suka semua barang pemberian itu, karena kebanyakan aku memang berkisah seperti bunga itu. Yaitu aku berniat beli, namun malah dibelikan. Sayang sebenarnya, aku suka semuaaa. Lebih sayang lagi, mau aku buang ke sungai (biar kalo ada isinya pun, isinya hilang), tapi akhirnya mending aku kembalikan langsung ke orangnya, biar bisa bermanfaat untuk orang lain, yang sebenernya sasaranku diberikan barang-barang itu adalah keponakan pertamanya di keluarganya, because I love and I miss her (his niece) so much!

Karena barang-barang kesayanganku harus jatuh juga ke orang yang aku sayang, entah mungkin caraku salah untuk memberikannya, tapi itu maksudku. Oiya, aku buang (bros) bunga biru tua itu ke sungai di tanggal 20 Desember 2015, sampai-sampai aku melalui malam yang berat setelahnya dan tidak di malam-malam selanjutnya.

Aku selalu memikirkan apa pesan tersirat yang bisa diambil dari setiap postinganku, tapi untuk postingan ini aku pun tak tau apa pesannya. Mungkin cukup aku ungkapkan secara tersurat, bahwa mudah mencari orang yang membuatmu nyaman, tapi tak mudah mencari orang yang dapat kau percaya..

0 comments on "Tidak Ada Lagi (Bros) Bunga"

Post a Comment

 

Purplepink Stories Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal