11 Januari 2015
Tentang tanggal, bukan karena lagunya Gigi laah yaa. Namun, tanggal ini tidak hanya bersejarah untukku. Di tahun ini pada tanggal 11 Januari, adalah kali kedua aku meninggalkan pulau Jawa. Selama hidupku dihabiskan di pulau Jawa, hanya sekali meninggalkan pulau Jawa ketika wisata ke pulau Bali, barang tiga hari saja.
Lalu, SK mutasi berkehendak lain, aku harus meninggalkan pulau Jawa, pulau yang penuh fasilitas, pulau yang serba ada.
Sungguh bersyukur aku mendapat SK mutasi ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bersyukur karena apa? Aku pun belum mengerti, karena memang semua hal harus disyukuri, aku mensyukuri saja apapun rencana Allah untukku.
SK Mutasi Kantor
Entah bagaimana ceritanya, entah bagaimana alur pembagian tempat mutasi, aku mendapatkan SK ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, provinsi ke-29 di Indonesia. Satu hal pertama yang aku syukuri adalah karena lokasinya masih WIB, tidak jauh dari Jakarta, yang mana sebagai bandara central di Indonesia. Hanya +/- satu jam penerbangan dari/ke Jakarta, dimana Jakarta ke kotaku di Yogyakarta (Jogja) dapat ditempuh +/- satu jam perjalanan udara.
Inilah konsekuensi yang harus dijalani, berprofesi sebagai auditor di instansiku. Komitmen awal yang telah aku bubuhi tanda tangan bermaterai untuk menerima dimanapun ditempatkan selama empat tahun. Yaa sesuai dengan komiten awal, aku harus bersedia tinggal di kota Pangkalpinang (ibukota provinsi yang terletak di pulau Bangka).
Bagi yang penasaran seperti apa kantor perwakilan disini, silakan datang, kunjungi kami. Namun, jangan merasa iba atau tertawa. Karena itulah yang akan kalian lakukan. Semoga permasalahan hibah lahan segera selesai agar dapat melakukan pembangunan gedung baru. Karena kantor ini masih berupa kantor penghubung atau kantor madya, sehingga kurang layak untuk berkantor 80an orang.
Pangkalpinang
Adalah ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang terletak di pulau Bangka. Ditempuh sekitar 10-20 menit dari kantorku.
Itulah poin pertama yang aku syukuri, namun untuk hal yang lain, aku masih belum mengerti. Mengapa aku ditempatkan di provinsi ke-29 ini? Sejujurnya sampai detik ini, aku masih belum merasakan kenyamanan seperti yang aku dapatkan di kantor pusat Jakarta sewaktu magang, maupun di keseharian selama di Jakarta. Entahlaah, atmosfer persaudaraannya kurang aku rasakan. Begitu kuatnya hembusan persaingan, auranya belum menenangkan jiwa. Halah, mulai geje deh bahasanya.
Setahun sudah aku disini, dibilang terasa emang terasa, dibilang gak terasa yaa memang gak terasa. Entahlaah. Keinginanku sampai sekarang adalah kerja di Jakarta (Kantor Pusat), aku juga gak ngerti kenapa pengen banget sekarang ke pusat. Padahal dulu mau dipertahanin Pusinfowas takut banget, maklum laah takut kerja sebagai programmer.
Suka duka selama di Pangkalpinang banyak laah yaa. Untukku so far sih baik-baik aja, cuman lebih suka kalau libur dan menghabiskan waktu di daerah lain (bukan pulang kampung).
Bertahanlah sampai entah berapa lama bakal ditempatkan disini. Allah telah menuliskan cerita terindah untukku.
Setahun sudah aku disini, dibilang terasa emang terasa, dibilang gak terasa yaa memang gak terasa. Entahlaah. Keinginanku sampai sekarang adalah kerja di Jakarta (Kantor Pusat), aku juga gak ngerti kenapa pengen banget sekarang ke pusat. Padahal dulu mau dipertahanin Pusinfowas takut banget, maklum laah takut kerja sebagai programmer.
Suka duka selama di Pangkalpinang banyak laah yaa. Untukku so far sih baik-baik aja, cuman lebih suka kalau libur dan menghabiskan waktu di daerah lain (bukan pulang kampung).
Bertahanlah sampai entah berapa lama bakal ditempatkan disini. Allah telah menuliskan cerita terindah untukku.
0 comments on "SK Mutasi ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung"
Post a Comment