Odontectomy, nama keren dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia-nya juga gak jauh-jauh dari namanya, Odontektomi.
Beberapa tahun yang lalu, aku udah ngrasain gak enak di gigi geraham kanan bawah, cuman karena aku belum ngrasa terganggu yaudah aku diemin aja. Hingga saat aku ngrasain sakit yang cukup hebatnya. Rasa sakit itu berawal di akhir bulan November 2015.
Berhubung BPJS Kesehatan kudu punya Faskes tingkat 1, yang sebelumnya Faskes tingkat 1-ku di Puskesmas Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, ketika aku masih tinggal di Jakarta. Sekarang udah ku ubah ke Klinik Pratama Bakti Timah, di Pangkalpinang, dikarenakan mutasi tempat kerja ku ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Aku pilih Klinik Pratama Bakti Timah karena lebih dekat dengan kost aku di Pangkalpinang.
Lalu aku periksa pada tanggal 27 November 2015, hari Jumat sepulang kantor. Disarankanlah oleh dokter gigi pada klinik Faskes tingkat 1 itu untuk dirujuk ke Rumah Sakit Bakti Timah, yang letaknya tak jauh dari situ, dikarenakan harus dilakukan operasi.
Pada pagi hari Senin, 30 November 2015, aku minta izin ke Korwas aku selama setengah hari untuk periksa ke RSBT. Dan ternyata dokter spesialis bedah mulut hanya ada satu se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namanya drg. Yunizar Adam, SPBM. Beliau sudah agak berumur, yaa ada rasa gak yakin juga buat operasi di RS tersebut. Oleh dokter tersebut, diminta untuk dilakukan rontgen panoramic, dan parahnya alat rontgen di rumah sakit se-Pangkalpinang tu rusak semua, alhasil aku dikasih rujukan untuk ke Laboratorium Klinik Utama, satu-satunya se-Pangkalpinang yang punya alat rontgen yang masih bagus.
Setelah dilakukan rontgen, aku kembali ke RSBT, karena dokter meminta hasil rontgen tersebut ditinggal saja di rumah sakit. Off course, ini cara terbaik buat biar aku jadi operasi di RS tersebut. Karena sebelumnya aku sempet nanyain buat minta rujukan buat operasi di Jogja, ternyata jawabannya gak boleh selama RS tersebut masih bisa melakukan operasi tersebut. Yaa sudah ku duga.
Sharing sama orang tua, mereka sih boleh aku operasi di Pangkalpinang, tapi kayak kurang ikhlas gitu, maklum laah, gak bakal ada yang urus kalo aku operasi disana, apalagi setelah aku cerita bahwa spesialis bedah mulut se-provinsi cuman ada satu.
Sempet dua kali ganti jadwal operasi di RSBT, pertama sempet minta tanggal 4 Desember 2015, tapi karena esok seninnya aku ada DL ke Toboali, aku pun mengundur jadwal ke tanggal 11 Desember 2015. Lagi-lagi gagal karena tanggal 10-nya aku ada DL ke Jakarta. Yaudah akhirnya tanggal 11 Desember 2015 itu aku pakai buat periksa di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.
Setelah periksa itu, janjian laah untuk operasi tanggal 23 Desember 2015. Aku pulang kembali dari Pangkalpinang ke Jogja tanggal 22 Desember 2015 sore. Dan karena Sriwijaya Air kampret itu, aku harusnya sampai sebelum jam 20.00 ternyata sampainya jam 15.30 keesokan harinya.
Batal laah operasi tanggal 23 Desember itu. Dan dokter ada lagi hari Senin tanggal 28 Desember 2015, mundur 5 hari dari jadwalnya.
Tanggal 28 Desember 2015 jam 9.00 akhirnya aku masuk ke ruang tindakan di RSUP dr. Sardjito, setelah daftar dan lain sebagainya. Tadinya sih odontectomy untuk 2 gigi dan ekstraksi untuk 1 gigi. Totalnya 3 gigi, berhubung aku gak berani, akhirnya odontectomy 1 gigi dan ekstraksi 1 gigi, jadi total tindakan cuman 2 gigi. Yaitu odontectomy gigi 48 dan ekstraksi gigi 46.
Sekitar pukul 10.15 (kurang lebih laah yaa), aku udah selesai tindakan. Langsung terasa cenut-cenut, maklum cuman bius lokal, dan kali aja biusnya udah hampir habis. Lalu drg. Intan Maharani, dokter yang ng-operasi aku kasih Asam Mefenamat karena aku udah mulai kesakitan, sambil nunggu dia buat resep dan urus administrasinya.
Oiyaa drg. Intan Maharani, memang bukan dokter spesialis, tapi dia dokter residen, gak tau kenapa aku lebih percaya dokter residen di Jogja daripada dokter spesialis di Pangkalpinang yang cuman satu itu. Hehee, ini cuman masalah feeling aja sih.
Sedangkan dokter spesialis di Poliklinik Bedah Mulut RSUP dr. Sardjito itu ada sekitar empat atau enam gitu, cuman prioritas kerjaannya kan beda, jadi aku ditanganin sama dokter residen.
Untuk biayanya sendiri, berhubung aku pasien umum, bukan pasien JKN (karena faskes-ku di Pangkalpinang), jadi bayar harga normal. Masing-masing harganya sebagai berikut:
- Odontectomy (dokter spesialis) : ± Rp. 1.300.000,-
- Odontectomy (dokter residen) : ± Rp. 800.000,-
- Ekstraksi : ± Rp. 250.000,-
- Pendaftaran : ± Rp. 78.000,-
- Cetak kartu RSUP dr. Sardjito : ± Rp. 15.000,-
Harga cuman sekedar info aja sih, per 28 Desember 2015 ketika aku operasi. Lalu selanjutnya kontrol sekalian buka jahitan itu seminggu setelahnya, sekitar tanggal 4 Januari 2015.
Buat yang bakalan Odontectomy di RSUP dr. Sardjito, jangan kuatir laah, kalian bakal diminimalisir kesakitannya dengan obat yang gak begitu keras, karena masih obat Generik.
Salam sehat, guys..
Wednesday, December 30, 2015
Odontectomy
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments on "Odontectomy"
rongga mulutnya dibedah ap gusinya mbak yg dibedah utk dicabut giginya ya.,..
Post a Comment