Hadirlah sesosok yang mengganggu
Mencoba masuk mengoyak pintu
Aku menutup sangat erat
Tak pernah terbayang robek perlahan
Memang tak berusaha menahan
Hingga suatu ketika membuat lubang
Alirannya yang perlahan terasa sejuk
Hangat meresap pada kebekuan
Lalu perlahan mencair
Hingga separuhnya
Melebarkan ruang kembali terbuka
Dan menghiasinya dengan bunga-bunga
Seketika sesosok itu pergi dan kembali
Berulang kali tanpa dapat dimengerti
Menggugurkan mahkota bunga mekar
Meninggalkan putik dan tangkai yang tetap kokoh
Kamu..
Aku merindukanmu..
Datanglah kembali tanpa pernah pergi lagi
Memulai yang belum pernah dimulai
Karena..
Bunga itu hanya kehilangan mahkotanya
Sedangkan tubuhnya,
putik dan tangkainya tetap hidup..
Hanya sedang menanti cahaya,
untuk menyempurnakan seperti sedia kala..
Pangkalpinang, 21 November 2015
@dewiacih
0 comments on "Puisi: Rindu (2)"
Post a Comment