Hari Minggu, 29 September 2013, aku sekeluargaku (bapak, ibu dan adikku) jalan-jalan ke laut selatan, tepatnya deretan Pantai Goa Cemara, Pantai Pandansari dan Pantai Samas. Awalnya kami ke pantai tersebut memang tidak direncanakan, karena seusai kami makan siang di Warung Pak Bejo di daerah Wiyoro, kami langsung memutuskan jalan-jalan ke pantai.
Berhubung sekeluarga pada belum pernah (kecuali aku, aku mah udah sering, hehe) jalan-jalan ke Pantai Goa Cemara, maka pantai tersebut menjadi tujuan utama dan tentu saja aku menjadi penunjuk jalannya. Uhuuy... Senangnya aku gak lupa sama jalan kesana (Pantai Goa Cemara)...
Tiket Masuk Pantai Patihan & Goa Cemara
Singkat aja deh, kami udah sampai di TPR dekat Pantai Pandansari dan membayar tiket masuk untuk tiga pantai seharga Rp. 3.750,- per orang. Dari TPR apabila ingin ke Pantai Pandansari bisa langsung lurus, ciri-ciri Pantai Pandansari adalah ada Mercusuarnya, fyi biaya masuk mercusuar seharga Rp. 2.500,- per orang (kalau belum naik). Pantai Pandansari tempatnya relatif kecil, pemandangan pantainya juga terlihat biasa saja, tapi akan menjadi sangat cantik (pemandangannya) apabila mencoba naik ke mercusuar. Oleh karena itu Pantai Pandansari sepi pengunjung dan sepi penjual. Apabila ingin ke Pantai Goa Cemara langsung belok ke kanan apabila dari TPR dan bila ingin ke Pantai Samas belok kiri.
Tujuan utama kami adalah ke Pantai Goa Cemara, jadi kami mengambil jalan belok kanan setelah TPR. tak kusangka sekarang ramai sekali pantai ini, sudah ada gerbang masuk ke pantai, pondok-pondok pedagang sudah banyak dan banyak lagi perubahan yang cukup signifikan dibanding pertama kali aku ke pantai ini yang masih sangat sepi.
Setelah memarkir motor, kami berjalan melewati goa pohon cemara sebelum sampai pantai. Goa-nya itu terbentuk semacam hutan cemara yang dibuka jalan atau semacam lorong untuk berjalan sampai di pantai. Banyak sekali anak-anak kecil yang mandi di laut sedangkan orang tua mereka duduk dan bercengkrama di bawah pohon, padahal aku lihat ombaknya cukup besar, mungkin memang karena siang hari laut sedang pasang.
Sejak aku dengar kabar abrasi di laut selatan, aku pikir abrasinya tidak begitu parah dan memang tidak begitu terlihat di Pantai Goa Cemara ini. Memang sekarang di pantai ini jarak antara bagian terluar hutan cemara dan bibir pantai sudah sangat dekat dari yang sebelumnya jaraknya cukup jauh, serta ada beberapa bagian tadinya landai menjadi curam. Aku pikir ini wajar, karena Pantai Parangtritis dan Pantai Depok pernah mengalami kejadian ini beberapa waktu yang lalu.
Duduk diatas pohon
Foto bersama Ibu dan Bapak
Setelah beberapa lama berada di Pantai Goa Cemara, sesudah selesai hunting foto dan mengambil beberapa foto diri, kami melanjutkan ke pantai sebelahnya, yaitu Pantai Pandansari. Namun, di pantai ini kami hanya lewat karena dirasa tidak ada pengunjung yang lain. Perjalanan berlanjut ke Pantai Samas.
Sampai di Pantai Samas, kami merasa pangling, karena kami menemukan pemandangan yang tidak pernah kami temui sebelumnya di pantai ini. Ternyata dampak abrasi di pantai ini sangat terlihat dan cukup mengerikan. Terakhir kali aku ke Pantai Samas, pemandangan tepi pantai masih bisa dirasakan dan memang sudah terdapat laguna di pantai ini. Jadi pengunjung bisa menikmati pemandangan tepi pantai atau bisa juga menaiki kapal di laguna.
Dampak abrasi sangat terlihat di pantai ini, tanahnya menjadi sangat curam dan berbahaya untuk dilewati, serta meruntuhkan bangunan penduduk sekitar yang dari garis pantainya paling dekat. Air laut membentuk aliran (seperti) sungai di dekat bangunan penduduk yang runtuh sehingga membentuk (seperti) pulau kecil diantara aliran (seperti) sungai tersebut dengan bibir pantai. Jadi apabila ingin menikmati ombak laut di bibir pantai, pengunjung harus menaiki kapal untuk mengantarkan ke tempat (seperti) pulau kecil tersebut. Fyi, biaya naik kapal sebesar Rp. 5.000,-. Disini kami mendengarkan cerita penduduk, tapi aku agar samar-samar mendengarkannya karena sibuk hunting foto abrasi laut selatan. :D
Foto Abrasi di Pantai Samas (1) - Pengikisan pasir pantai
Foto Abrasi di Pantai Samas (2) - Air laut membentuk aliran (seperti) sungai
Foto Abrasi di Pantai Samas (3) - Pasir yang terkikis, semakin mempersempit darat
Foto Abrasi di Pantai Samas (4) - Bangunan penduduk yang runtuh oleh abrasi
Foto Abrasi di Pantai Samas (5) - Bangunan penduduk yang porak-poranda
Foto Abrasi di Pantai Samas (6) - Terbentuknya (semacam) pulau kecil diantara bibir pantai dan aliran (seperti) sungai
Foto Abrasi di Pantai Samas (7) - Bangunan runtuh di tepi aliran (seperti) sungai
Foto Abrasi di Pantai Samas (8) - Pantai yang berada di (seperti) pulau kecil
Foto Abrasi di Pantai Samas (9) - Bangunan runtuh (diambil dari sisi pasir yang curam)
Foto Abrasi di Pantai Samas (10) - Pasir pantai yang masih sering longsor
Oke, sekian posting tentang jalan-jalan ke pantai selatan, yang pengen kesana hati-hati yaa, karena masih berbahaya di dekat bibir aliran (seperti) sungai. Patuhi pembatas yang ada, karena di lokasi yang curam masih sering longsor pasir pantainya.
NB: Oh iya kalo sekiranya fotonya terlalu kecil, bisa dibuka diperbesar atau dibuka di new tab, soalnya menyesuaikan layout template blog. Makasih... :)
NB: Oh iya kalo sekiranya fotonya terlalu kecil, bisa dibuka diperbesar atau dibuka di new tab, soalnya menyesuaikan layout template blog. Makasih... :)













0 comments on "Abrasi Laut Selatan"
Post a Comment