Malam ini, entah kenapa aku tetiba ingin bercerita. Tidak ada yang spesial yang aku lalui, namun ada hal yang selalu mengganjal di hati. Apa itu?
Tidak perlu diungkapkan, aku hanya ingin berbagi kerisauan akhir tahun. Naah looh. Kerisauan kok dibagi, duit dong yaa kalo mau dibagi. Apasih gak jelas banget. Aku juga bingung mau bicara apa, tapi tadi, sumpah deh yaa.. Udah berniat nyicil kerjaan kantor di kost-an, trus aku buka notebook-ku. Eeh entah kenapa aplikasi yang dibuka adalah Notepad, karna mendadak suasana hati berubah trus pengen bikin kicauan yang entah bisa disebut puisi atau tidak.
Finally, jadi laah lagi sampah yang biasa aku sebut puisi ini. Curahan hati seorang perempuan yang menanti mimpi keduanya segera terwujud. Hhmm sepertinya tadi banyak kali yang ingin ku sampaikan, kok jadi lupa. Entahlah, langsung saja aku tulis sampahku malam ini... Cekidot!
Puisi
MENGAPA HARUS KU SADARI?
apa yang bisa aku harapkan dari merindumu?
menunggu? ataukah tersenyum?
kesadaran rasa tentangmu justru mengerikan
mengapa harus ku sadari?
memang aku ingin tenang, namun tak hambar
memang aku merasa, tapi tak ingin tersadar
jikalau hati lebih tenang bila tak teryakini
aku memilihmu dalam diam tanpa pengakuan hati
namun ada yang berkehendak lain
menyadarkan hati yang seolah tak merasa
mengungkapkan apa yang seharusnya dirasa
kini hati telah mengaku tentang satu rasa
yang selalu ada, namun tak pernah nampak
yang selalu tertulis, namun tak terungkap
mengapa?
aku benci menyadarinya
aku ingin seperti semula
apa guna terungkap namun tersimpan
hingga kini hanya satu keberhasilan
kini, satu nama mulai mengganggu
kini, menambah satu harap dalam cemasku
kini, menulis kisah baru dalam mimpiku
kini, satu doa lagi dalam sujudku
merindumu dalam sunyi diamku
karna terbangun lagi kastil baru
tempat menyimpan singgasana kosong untukmu
Jakarta, 18 Desember 2014
@dewiacih

0 comments on "Puisi: Mengapa Harus Ku Sadari?"
Post a Comment