Saturday, January 25, 2014

Satu Kata Yang Paling Menakutkan

Posted by dewiacih at 1:00 PM

"Sebutkan satu kata yang paling menakutkan menurutmu!", ucap salah satu sohibku, sewaktu SMP.
Aku punya lima sohib sewaktu SMP, kemana-mana kita selalu barengan dan uniknya, kita sama-sama menyukai sastra dan pembicaraan yang membutuhkan pemikiran khusus dari sudut pandang yang lain. Eemm rumit yaa, simpelnya, memandang suatu permasalahan dari sisi yang lain yang tidak pernah terlintas di pikiran orang lain. Kurang lebih maksudnya seperti description di blog aku ini.

Saat ucapan diatas terlontar, hanya ada aku dan salah satu temanku dari kelima orang tersebut. Kami berdua terlibat percakapan yang cukup serius tentang hidup. Terdengar cukup filosofis sebenarnya pertanyaan sohib aku itu, manusia yang menurutku lebih cocok bekerja menjadi psikolog daripada menjadi karyawan di apotek.

Aku terdiam beberapa saat, berpikir apa satu kata yang paling aku takutkan. "Selamanya...", kataku dengan tiba-tiba.

"Kenapa?", balas sohibku tanpa pikir panjang.

Kenapa ya? Aku hanya merasa Selamanya itu adalah kata yang seliweran di otakku dan aku tidak memikirkan kenapa aku membencinya, maka aku pun kembali terdiam. Lalu aku pun menemukan apa yang dimaksud oleh otakku. "Karena buat aku selamanya itu terlalu sesumbar, lebih cocok dikatakan seumur hidup. Dan kata selamanya itu terdengar terlalu melambung tinggi, menimbulkan suatu harapan yang berbeda. Misalnya ada orang yang bilang ke kamu, "aku bakal ...(blablabla)... selamanya", dan jika suatu saat orang itu meninggal atau orang itu melanggar janjinya, kamu akan merasakan kecewa yang luar biasa. Itulah kenapa aku takut dengan kata selamanya.", jelasku.

"Hhmm cukup masuk akal sih, tapi aku tidak terlalu takut dengan kata selamanya. Aku lebih kepikiran satu kata yang lain.", jawabnya.

"Kata apa? Apa yang lebih menakutkan daripada kata selamanya?", tanyaku.

"Aku lebih takut dengan kata Kenapa. Kenapa aku takut dengan kata kenapa? Kenapa sih harus ada kata kenapa? Karena menurutku tidak semua hal yang terjadi itu mempunyai sebab, atau sebab tersebut tidak cukup diungkapkan dengan kalimat. Kata kenapa juga mengharuskan kita berpikir dan berusaha untuk mencari tau jawabannya, dimana jawaban yang merupakan sebab tersebut tidak selalu ada.", sohibku menjelaskan panjang.

"Menurutku tidak ada tingkatan yang lebih tinggi dari kedua kata itu, karena masing-masing mempunyai penjelasan yang sama kuat.", jawabku.

"Yup, bener banget. Kita punya pemikiran masing-masing dan kita menakutkan sesuatu yang berbeda, yang tentu saja itu tidak bisa disamakan. Sama-sama menakutkan tapi dirasakan oleh orang yang berbeda.", ucap sohibku menutup diskusi yang menggantung ini.

Entah kenapa tiba-tiba teringat dengan percakapan ini. Perasaan (sakit hati dan kecewa) ini mungkin sudah cukup lama aku ramalkan. Aku memang dari dulu suka menjadi pendengar buat masalah-masalah orang lain, sehingga aku bisa menyimpulkan ending suatu masalah. Hanya saja aku tidak pernah membuat pencegahan, jadi ketika perasaan tersebut datang, sakitnya jadi terasa luar biasa. Mungkin karena aku terlalu percaya pada orang lain, buat aku semua orang itu baik di mataku, sehingga aku tidak pernah berpikir akan dijahatin oleh siapapun.

Pelajaran yang sungguh berharga bagi seorang pendengar seperti aku, yang harusnya aku bisa menyiapkan pencegahannya. Kalau menurut kamu, apa sih satu kata yang paling menakutkan? Share dong. Semoga bisa diambil pelajaran yaa...

0 comments on "Satu Kata Yang Paling Menakutkan"

Post a Comment

 

Purplepink Stories Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal