Sunday, July 28, 2013

Jiwa Besar Kepada Pasangan

Posted by dewiacih at 11:41 AM

Woow hari ini sepi sekali.. Oh laptop ini benar-benar temani aku. *lebay dikit* :p

Sesungguhnya aku cuman pengen share yang ada di otakku dari lingkungan sekitar aja, karena jiwa besar itu adalah bagian dari rasa sayang, yang berupa aplikasi nyata. Kok bisa? Okee, ada beberapa contoh nyata disekitarku. Kekuatan cinta dan sayang itu mengalahkan apapun, menerima pasangan apa adanya, yaa bener apa adanya, kata yang sering terucap yang tak pernah kau resapi maknanya.

Kisah nyata pertama : Seorang saudaraku, kalau gak salah sih dari garis keturunan, dia itu tanteku, tante jauh laah yaa. *kebanyakan sodara sih :p* Jadi tanteku itu orang yang sangat pendiam, dia menikah dengan seorang pria yang tinggal di daerah pegunungan di sebelah barat kota Yogyakarta. Mereka berdua telah dikaruniai seorang putra. Dan gak lama setelah mereka menikah, sang suami tersebut mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia lumpuh kaki. Yaa lumpuh, kalian bisa bayangkan? Kalian baru saja menikah dan bermimpi melewati hari demi hari bersama pasangan dengan bahagianya. Tapi tanteku ini harus merawat suaminya seumur hidupnya, harus mengurus anak, mengurus rumah tangga dan bekerja untuk menyambung hidup keluarga kecilnya. Betapa jiwa besar itu menjadi sesuatu yang tak perlu ia miliki, karena itulah wujud rasa sayangnya.

Kisah kedua : Ini adalah kisah teman ibuku. Ia tergolong masih muda dan ia seorang laki-laki yang pintar. Menikah dengan seorang wanita yang muslimah, yang ilmu agamanya hampir sama dengannya. Di awal pernikahannya, sang wanita menderita sakit yang mengharuskan operasi pengangkatan rahim. Dengan kata lain, sang wanita tidak akan bisa mempunyai keturunan, mereka bisa mempunyai penerus hanya dengan mengadopsi anak. Padahal mempunyai keturunan adalah salah satu tujuan kita menikah. Seorang pemuda dan tidak bisa mempunyai penerus dari istrinya. Apakah mencari wanita lain demi memperoleh keturunan itu dapat memecahkan masalah? Sungguh, jiwa besar lah yang berperan.

Apa adanya, bukan lagi persoalan ekonomi atau keluarga, sebenarnya apa adanya itu persoalan yang lebih sempit dari keadaan ekonomi atau keadaan keluarga, tapi keadaan pasanganmu itu sendiri. Aku sendiri pun masih belajar bagaimana menjadi seorang yang mempunyai kelapangan hati untuk menerima suatu keadaan 'pahit'.

Jadi, seberapa besar kamu sudah menerima pasanganmu apa adanya? Sudah cukup berjiwa besarkah kamu?

... posted on my tumblr on July 9th, 2013, 1:08pm ...

0 comments on "Jiwa Besar Kepada Pasangan"

Post a Comment

 

Purplepink Stories Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal